Kompasupdate.id – Kebijakan hilirisasi industri nikel terbukti mampu menekan angka pengangguran di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kehadiran PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi “ladang” baru yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja, membawa dampak signifikan bagi perekonomian lokal.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 tercatat sebesar 3,02 persen, mengalami penurunan 0,13 poin dibandingkan Februari 2024. Plt. Kepala BPS Sulteng, Imron Taufik J. Musa, menyebut angka ini menempatkan Sulteng sebagai provinsi dengan angka pengangguran terendah ketiga secara nasional.
“Tingkat pengangguran terbuka di Sulawesi Tengah menurun dan menduduki peringkat ketiga secara nasional,” ujar Imron Taufik.
Laporan Sakernas Februari 2025 menunjukkan sektor industri pengolahan menyerap tenaga kerja terbanyak ketiga setelah pertanian dan perdagangan, dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 19,79 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.
IMIP Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja Lokal
Head of Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran kawasan industri nikel ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Morowali dan Sulteng secara luas. Ia menyebut, 92 persen pekerja di kawasan IMIP berasal dari Pulau Sulawesi, dengan 31 persen di antaranya dari Sulteng.
“Khusus pekerja dari Kabupaten Morowali, mencapai 58 persen dari total keseluruhan karyawan dari Sulteng,” kata Dedy.
Jumlah tenaga kerja di kawasan IMIP terus meningkat secara signifikan. Pada 1 September 2025, total pekerja mencapai 86.394 orang. Angka ini terus bertambah seiring peningkatan investasi. Sejak tahun 2020, jumlah pekerja melonjak dari 35.592 menjadi lebih dari 86 ribu.
“Calon pekerja yang diwawancara setiap hari berkisar 200 hingga 500 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat untuk bekerja di IMIP semakin meningkat,” tambahnya.
Sebagian besar pekerja di IMIP merupakan lulusan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, menunjukkan bahwa industri ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga membuka kesempatan bagi para profesional muda







